Cara budidaya Kacang Hijau di Polybag

Cara budidaya Kacang Hijau yang tepat adalah dengan mengenal dan memiliki pengetahuan yang baik tentang tanaman Kacang Hijau. Kacang hijau merupakan tumbuhan tropis, sehingga sangat baik di tanam di dataran rendah dan sedang, sengan suhu antara 28-33º C, jadi hampir semua wilayah Indonesia dapat ditanami Kacang Hijau.

Kacang Hijau sedikit berbeda dengan jenis kacang-kacangan lainnya yang biasanya tumbuh merambat, namun Kacang Hijau tumbuh tegak, dan bahkan bisa mencapai 3 meter. Biji Kacang hijau muncul dari bunganya yang berbentuk mirip kupu-kupu.  Bijinya tersusun memanjang hampir sama dengan kacang panjang, hanya saja bijinya yang dimanfaatkan untuk membuat bubur ataupu olahan lainnya.

cara budidaya kacang hijau

Cara budidaya Kacang Hijau di Polybag

Budidaya kacang hijau tidak memerlukan banyak lahan, karena kita dapat menanamnya menggunakan polybag yang lebih efisien tempat dan juga mudah dalam mengendalikan hama tanaman yang biasa menyerang Kacang hijau.

Pembibitan Kacang Hijau

Saat ini bibit kacang hijau dapat dengan mudah diperoleh di Toko pertanian. Ada beberapa merk yang direkomendasikan seperti Wallet, Nuri, dan Merak. Harganya pun cukup murah sekitar 10 ribuan per kemasan. Tidak dianjurkan menggunakan bibit kacang hijau konsumsi yang dijual dipasaran karena peluang tumbuhnya sangat kecil.

Bibit yang dibeli harus di inokulasi terlebih dahulu, setidaknya memakan waktu seminggu hingga bibit siap tanam. Proses inokulasi yakni mensterilkan bibit dari mikroorganisme dan jamur untuk mendapatkan bibit yang potensial dan terbebas dari penyakit. Cara melakukan pembibitan sudah tercantum dalam setiap kemasannya, silahkan baca terlebih dahulu!

Media Tanam Kacang Hijau

Sembari menunggu proses inokulasi selesai, hal yang harus dilakukan adalah menyiapkan media tanam. Tanah yang akan digunakan harus diolah dulu. Caranya, siapkan tanah sesuai dengan kebutuhan untuk mengisi polybag untuk menanam kacang hijau.

arang sekam - cara budidaya kacang hijauCampurkan tanah dengan arang sekam dan pupuk kandang, dengan perbandingan 1:1:1. Baik arang sekam dan pupuk kandang berfungsi untuk menyediakan unsur hara dalam tanah dan menutrisi tanaman. Apabila tingkat keasaman tanah lebih dari ph 6, maka taburkan dolomit pada tanah untuk menurunkan ph atau keasamannya hingga 5. Dolomit, arang sekam dan kompos sudah bisa diperoleh di toko pertanian terdekat, karena memang para petani membuat arang sekam untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

Cara Menanam Kacang Hijau

Siapkan beberapa polybag, isi dengan tanah olahan tersebut diatas sebanyak 70%. Kemudian masukan bibit kacang hijau yang sudah melalui proses inokulasi, sedalam 2 cm saja, dan tutup bagian atasnya dengan tanah tanpa dipadatkan.

Masukan 1 bibit dalam satu kantong polybag, untuk satu kemasan bibit, maka anda membutuhkan 10 kantung polybag. Siapkan bibit pengganti apabila tanaman mati atau tidak tumbuh sempurna, hingga kurun waktu 2 minggu. Proses penggantian bibit yang mati biasa disebut penyulaman.

Baca Juga: Cara Menanam Kacang Hijau Hidroponik

Perawatan Tanaman Kacang Hijau

Tanaman kacang hijau dalam polybag sebagiknya diletakan pada tempat yang terkena sinar matahari secara langsung. Siram tanaman dengan air secukupnya, tetapi jangan sampai terjadi genangan. Lakukanlah 2 kali sehari setiap pagi dan sore hari.

Penyiangan atau pembersihan tanaman dari gulma wajib dilakukan dengan cara mencabut setiap gulma yang tumbuh disekitar tanaman, biasanya setelah 1-2 minggu selepas masa tanam, parasit akan mulai muncul.

Pemupukan lanjutan dilakukan setelah 1 bulan masa tanam. Gunakan pupuk kandang setengah kepal pada masing-masing polybag, atau menggunakan pupuk NPK yang dapat diperoleh di toko pertanian terdekat.

Demikian cara budidaya Kacang Hijau di polybag. Adapun peluang bisnis budidaya tanaman lain yang menguntungkan adalah budidaya Kacang Amazon atau disebut peanut butter yang dalam bahasa kita adalah kacang mentega, karena belum ada petani yang melakukan budidaya tersebut. Anda bisa membeli bibit Kacang Amazon disini.

Leave a Reply