Budidaya dan Cara Menanam Kangkung Darat dengan Mudah

Budidaya tanaman kangkung sebenarnya jauh lebih mudah, dari pada menanam jenis tanaman sayuran lainnya di rumah. Apalagi jika Anda penggemar sayuran cah kangkung, ataupun tumis kangkung, wah” terasa sangat klop apabila Anda tahu cara menanam kangkung.

Kangkung merupakan tumbuhan yang termasuk jenis sayur-sayuran yang bisa ditanam dan makanan. Tanaman Kangkung banyak terdapat di kawasan Asia dan merupakan tumbuhan yang dapat dijumpai hampir di mana-mana terutama di kawasan berair. Ada dua jenis kangkung yang beredar di pasar, yaitu kangkung darat dan kangkung air. Namun, saat ini kangkung darat lebih banyak dijual di pasar, karena selain lebih sehat juga lebih banyak petani yang membudidayakan tanaman kangkung darat.

Berdasarkan tempat tumbuhnya kangkung dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

1. Kangkung Darat

  • Tumbuh di tempat kering atau tegalan
  • Batang berbentuk lebih kecil dengan warna putih kehijauan
  • Daun lebih sempit, berbentuk lebih tipis dan lebih lunak
  • Warna bunga umumnya terlihat putih

2. Kangkung Air

  • Tumbuh ditempat berair dan basah seperti di genangan sawah, parit dan kolam.
  • Batang terlihat lebih besar dan berwarna hijau pekat
  • Daun berbentuk lebih lebar dan lebih keras
  • Warna bunga terlihat putih kemerahan

Budidaya dan Cara Menanam Kangkung Darat

Budidaya kangkung darat tergolong cukup mudah, pertama Anda harus mendapatkan bibit unggul terlebih dahulu. Pilihlah bibit kangkung yang berasal dari varietas yang memang sudah terbukti kualitasnya dan bebas dari hama penyakit. Untuk pembibitan kangkung dapat dilakukan dengan 2 cara, pertama dengan menggunakan biji atau lebih dikenal dengan cara generatif. Sedangkan cara kedua, yaitu pembibitan dilakukan dengan sistem stek (vegetatif) yang bisa anda lakukan di rumah.

  • Cara menanam kangkung menggunakan biji (Generatif)

Budidaya Kangkung darat yang harus anda tanam adalah biji nya. Untuk memenuhi lahan dengan luas satu hektar dibutuhkan benih kurang lebih 10 kg. Varietas yang dianjurkan adalah varietas Sutra atau varietas lokal yang memiliki daya penyesuaian lebih baik dibandingkan dengan varietas lain.

Lahan terlebih dahulu dicangkul dengan kedalaman kira-kira 20-30 cm supaya gembur, setelah itu bangun bedengan yang membujur dari Barat ke Timur supaya memperoleh cahaya penuh. Lebar bedengan sebaiknya 100-120 cm, tinggi 30 cm dan panjang nya disesuaikan dengan kondisi lahan, untuk memudahkan dalam pemeliharaan sebaiknya panjang bedengan kurang 15 m. Jarak antar bedengan + 30 cm. Lahan yang asam (pH rendah) perbuat pengapuran dengan kapur kalsit alias dolomit untuk menaikkan derajat keasaman tanah dosis 1,5 t/ ha, pengapuran dilakukan sebelum penanaman, yaitu 2-4 minggu sebelum tanam.

Selanjutnya diberikan Pupuk organik yang sudah di fermentasi selama tiga hari sebelum tanam dengan aturan pakai 4 kg/m2. Untuk langkah awal pemupukan dapat ditambahkan dengan pupuk anorganik berupa Urea 15 gr/m2 pada umur 10 hari seusai tanam. Supaya pemberian pupuk lebih merata, pupuk Urea diaduk dengan pupuk organik kemudian diberikan dengan cara larikan di samping barisan tanaman, apabila dibutuhkan tambahkan pupuk cair 3 liter/ha (0,3 ml/m2) pada umur 1 serta 2 minggu seusai tanam.

Buat celah tanaman antara jarak 20 x 20 cm, lalu ditiap celah tanam 2 – 5 biji kangkung. Sistem penanaman dilakukan dengan cara zigzag, kemudian diberi air hingga mencapai 5 cm. Penyiraman kangkung yang baik dapat dilakukan setiap sore dan siang hari. Jika Anda kurang dalam proses penyiraman, maka kangkung akan cepat menguning, persiapkan juga tempat penampungan air  jikalau hujan tidak turun.

Pemeliharaan selanjutnya adalah pengendalian dari serangan hama dan gulma. Hama yang biasa menyerang kangkung antara lain adalah belalang, kutu daun (Myzus persicae Sulz), ulat grayak (Spodoptera litura F), dan Aphis gossypii. Sementara penyakit yang menyerang antara lain penyakit karat putih yang disebabkan oleh Albugo ipomoea reptans. Untuk pengendalian, gunakan tipe pestisida yang aman dan mudah terurai seperti pestisida biologi, pestisida nabati atau pestisida piretroid sintetik.

Cara menanam kangkung tidak lepas dari tahap penyulaman yaitu, pemilihan dan penggantian tanaman kangkung yang mati atau tidak tumbuh sempurna, agar segera diganti dengan benih yang baru agar hasil yang di dapat nantinya seragam dan lebih maksimal.

Jika Anda sudah berhasil melakukan pemeliharaan dan budidaya yang baik, maka selanjutnya Anda dapat segera memanen hasil kangkung yang tumbuh besar atau telah berusia + 25 hari seusai tanam. Cara memanen kangkung darat biasanya dilakukan dengan dicabut atau dipotong pada bagian pangkat batang kangkung.

Apabila Anda memilih melakukan pencabutan, ini biasanya akan membuat Anda hanya dapat melakukan satu kali panen. Namun jika dipotong, tentu Anda dapat melakukannya beberapa kali panen yang biasanya sekitar 3 hingga 5 hari. Panennya juga tergolong sangat cepat, karena hanya membutuhkan waktu 5 hingga 7 hari saja.

Setelah dipanen kangkung diikat sebanyak 15-20 batang kangkung. Hal ini dilakukan guna mencegah kangkung agar tidak cepat layu, kangkung yang telah diikat dicelupkan dalam air tawar bersih dan ditiriskan.

Cara menanam kangkung
Hasil dan Cara menanam kangkung darat

Pada prinsipnya cara menanam kangkung cukup mudah dilakukan, meskipun Anda memiliki kesibukan, aktivitas budidaya kangkung dapat Anda jadikan waktu untuk berkebun, di saat liburan. Manfaatkan lahan pekarangan rumah Anda agar makin produktif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Diskon 20%
Tak Beruntung
Diskon 5%
Hampir!
Diskon 30%
Diskon 15%
Nyaris!
Produk Gratis
Tanpa hadiah
Diskon 10%
Zonk..!
Diskon 25%
Menangkan Diskon / Mawar Rambat GRATIS
Bagi pengguna baru situs Bibit Online, kami memberikan kesempatan untuk memenangkan hadiah berupa diskon atau tanaman mawar rambat GRATIS (bisa pilih varietas pink atau putih).
  • Jika menang, sebuah kupon akan dikirim ke email Anda
  • Kupon expired setelah 5 jam. Gunakan segera.
  • Kesempatan memutar cuma 1x saja. Semoga beruntung 😘