Cara Perawatan Tanaman Tomat

Perawatan Tanaman Tomat

Perawatan tanaman tomat relatif lebih mudah dibandingkan merawat tanaman buah lainnya. Namun demikian kita wajib memiliki pengetahuan tentang tomat itu sendiri agar tanaman tomat dapat terawat dengan baik. Yang utama harus dipahami adalah kelemahan tanaman tomat, antara lain;

  1. Tomat tidak dapat tumbuh optimal diluar iklim antara 22°C – 29°C.
  2. Tomat memerlukan intensitas cahaya yang tinggi, setidaknya 10-12 jam setiap hari.
  3. Mudah terserang penyakit jika iklim lingkungan tidak sesuai
  4. Tanaman tomat sangat rentan terhadap resiko kekurangan oksigen
  5. Tidak tahan terhadap genangan air

Baca Juga: Cara Menanam Tomat di Halaman Rumah

Perawatan Tanaman Tomat

Cara Merawat Tanaman Tomat yang Baik

Dengan mengenali segala kelemahan tanaman tomat maka dengan sendirinya kita akan mengetahui cara perawatan tanaman tomat yang baik. Ada beberapa tahapan perawatan tanaman tomat diantaranya penyiraman, penyulaman, penyiangan, pemupukan, pemangkasan, pengikatan, dan pengendalian hama dan penyakit tanaman.

Penyiraman Tanaman Tomat

Untuk menyirami tanaman tomat, perlu dilakukan 2 kali dalam sehari ketika pagi dan sore. Namun harus memperhatikan kelemahan tanaman tomat, yaitu tidak tahan dengan genangan dan rentan terhadap kekurangan oksigen. Oleh karena itu, siramlah tanaman secukupnya saja tidak perlu terlalu basah kuyup yang dapat menimbulkan genangan disekitar akar.

Penyiraman saat pagi, harus dengan air yang lebih sedikit dari sore hari, karena ketika sore hari lebih diperlukan untuk menggantikan air yang hilang karena penguapan dan mengembalikan kekuatan tanaman ketika malam hari tiba.

Penyulaman

Penyulaman adalah penggantian tanaman yang mati. Karena pada umumnya ketika kita menanam bibit tomat, tidak akan semuanya tumbuh baik, pasti ada saja beberapa yang mati. Nah, penyulaman dimaksudkan untuk mengganti tanaman yang mati, tetapi hanya dilakukan ketika tanaman baru berumur sekitar 7-14 hari. Setiap bibit tanaman tomat yang mati dikisaran umur 2 minggu harus segera diganti dengan yang baru. Jika lebih dari 3 minggu, maka masa panen tidak akan seragam, jadi tidak perlu dilakukan penyulaman.

Penyiangan/Pembumbunan

Penyiangan secara sederhana dapat diartikan penjagaan tanaman dari gulma dan parasit lainnya. Sedangkan pembumbunan adalah kegiatan yang dilakukan untuk memperkuat akar tanaman. Penyiangan dan pembumbunan dilakukan secara bersamaan ketika usia tanam sekitar 15-30 hari.

Penyiangan dilakukan dengan cara mencabuti tanaman penganggu atau menggunakan cangkul atau alat lainnya disekitar tanaman. Dan pembumbunan yakni tanah hasil cangkulan tadi dapat diletakan disekitar tanaman tomat untuk memperkuatnya, atau bisa juga dengan menancapkan batang bambu disebelah tanaman tomat agar batang dan akar dapat terbantu ketika menyangga buah.

Pemupukan

Pemupukan susulan tanaman tomat dianjurkan menggunakan pupuk NPK daun, kompos atau bisa juga dengan Pupuk Langsung Pakai (PLP), ketika usia tanam menginjak satu minggu, dan seterusnya setelah satu bulan, dan setiap 30 hari sekali. Jika menggunakan kompos, berikan satu kepalan tangan pada setiap tanaman baik dalam pot, polibag atau bedengan. Dan NPK sebanyak 2 gram per tanaman.

Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan untuk mempercepat pembuahan, peremajaan tanaman, membentuk pohon dan mengurangi daun agar batang utama tanaman tomat mendapatkan nutrisi dengan baik sehingga dapat menghasilkan buah lebih banyak dengan kualitas yang baik.

Pangkaslah tanaman tomat ketika sudah tumbuh besar, pangkas setiap cabang atau ranting yang tumbuhnya tidak tepat atau yang terkena penyakit. Pemotongan tunas-tunas air juga perlu dilakukan setiap seminggu sekali selama masa pertumbuhan. Agar pertumbuhan tanaman tomat optimal, tiap tanaman hanya menyisakan satu cabang dan setiap cabang hanya terdiri dari tiga tandan. Dan setiap tandan disisakan 5 buah agar buah yang dihasilkan besar dan berkualitas baik.

Pengikatan

Pengikatan dilakukan untuk menjaga tanaman tomat agar tidak roboh dan tanaman tumbuh tegak. Ikatlah tanaman pada batang bambu yang ditancapkan ketika pembumbunan, sehingga pohon dapat menyangga buah dengan baik.

Pengendalian hama dan penyakit

Hama tanaman yang paling sering menyerang tanaman tomat adalah ulat. Biasanya menyerang tanaman ketika usia muda sehingga ketika buah agak tua akan tampak berlubang dan membusuk akibat terkena infeksi. Gunakan insektisida untuk memberantas hama ulat ini.

Cacing juga dapat menyerang tanaman tomat. Jika tingkat keasaman tanah berada pada level PH 4-5. Untuk menghindari tanah yang terlalu asam, gunakan dolomit untuk menetralkan tanah dan memupuk tanah agar unsur hara dapat terjaga dengan baik.

Semprotkan insektisida sistemik sejak usia tanaman satu minggu agar terhindar dari lalat buah. Lalat buah menyerang dengan cara menyuntikan telur kedalam kulit buah. Ketika telur berubah menjadi larva maka buah tomat akan busuk dan rontok.

Demikian cara perawatan tanaman tomat yang baik. Pelajari lebih lanjut tentang tomat pada artikel berikut

Cara Budidaya Tomat Hidroponik

Cara Menanam Tomat dalam Pot

Bibit Unggul Tomat

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *