Memuat…

Panduan Lengkap Teknik Budidaya Bunga Matahari

Bunga matahari tergolong tanaman annual yang mneghasilkan bunga berukuran besar dan pada umumnya berwarna kuning. Selain karena tampilannya, bunga matahari juga sangat mudah dan cepat tumbuh. Yang unik dari tanaman ini adalah mahkota bunganya mekar mengikuti pergerakan matahari dari timur ke barat, proses ini dikenal sebagai heliotropisme. Ditemukan lebih dari 60 varietas bunga matahari di seluruh dunia dengan berbagai warna dan tampilan yang menarik.

Indonesia sebagai negara beriklim tropis memiliki keuntungan tersendiri dalam membudidayakan bunga matahari. Tercatat Indonesia rutin mengimpor biji bunga matahari sebanyak 15.000-20.000 ton untuk industri kwaci. Selain bijinya, minyaknya pun juga memiliki nilai jual yang tinggi. Karena banyaknya permintaan pasar maka usaha budidaya bunga matahari ini sangatlah menjanjikan.

Teknik Budidaya Bunga Matahari

Menanam bunga matahari di taman atau di kebun bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan. Cara menanamnya pun mudah, cukup ikuti langkah-langkah berikut ini:

1. Pembibitan

Siapkan media tanam berupa tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1, campur rata. Media tanam tersebut dimasukkan dalam tray semai/polybag/botol plastik bekas. Semai biji bunga matahari pada tray semai dan letakkan pada tempat yang teduh.

Biji bunga matahari dengan berbagai varietas.

Anda bisa dengan mudah memperoleh benih bunga matahari di toko perlengkapan pertanian.

Proses menyemai bibit bunga matahari dari biji.

Siram dan peliharalah hingga 5 pekan setelah semai. Benih biasanya mulai berkecambah dalam 7 hari sejak disemai.

2. Pengolahan Tanah

Bersihkan lahan dari sisa tanaman dan sampah-sampah. Gemburkan tanah menggunakan cangkul sedalam 30 cm. Buatlah bedengan dengan panjang 10-15 m, lebar 100-110 cm, dan tinggi 30-40 cm, dan jarak  antar bedengan 50 cm. Berikan pupuk dasar, pupuk kandang, dan kapur.

3. Pemberian Pupuk Kandang

Pemberian pupuk kandang sebanyak 0,5-1 kg/tanaman. Gunakan pupuk kandang yang telah siap pakai. Aduk hingga tercampur rata dengan tanah bedengan. Biarkan hingga 2 minggu.

4. Pemberian Pupuk Dasar

Apabila tanahnya asam maka berikan dolomit sebanyak 1.5 ton/ha. Berikan pupuk dasar anorganik yakni pupuk majemuk NPK 15:15:15 dengan takaran 700 kg/ha. Bisa juga menggunakan campuran urea sebanyak 500 kg/ha, KCL 400 kg/ha dan SP 36. Sebar dan campurkan merata pada bedengan.

5. Pemasangan Mulsa

Jika ditanam di lahan yang luas maka gunakan mulsa plastik perak hitam (MPHP). Bagian yang perak berada di bagian atas. Agar mulsa tidak mudah lepas, tancapkan pasak penjepit bambu di pinggir mulsa tiap 50 cm. Bisa juga jika tidak ingin menggunakan mulsa, maka langsung ditanam pada lubang tanaman yang telah dibuat.

6. Penanam dalam Pot

Jika Anda ingin menanamnya dalam pot maka gunakan pot yang berukuran 30x30m cm. Campurkan tanah dan pupuk kandang dengan takaran 1: 2 sebagai media tanamnya, bisa juga menggunakan media tanam siap pakai lainnya.

7. Penanaman

Proses penanam dengan memindahkan bibit bunga matahari secara hati-hati ke pot atau lahan akhir.

Bibit yang sudah tumbuh dalam tray semai atau polybag disiram terlebih dahulu agar tidak pecah / rusak ketika dikeluarkan untuk pemindahan. Buatlah lubang tanam pada bedengan sedalam 5 cm menggunakan tugal. Usahakan bibit bunga matahari yang ditanam dalam keadaan tegak agar bibit tidak menyentuh permukaan mulsa. Berikan furadan secukupnyan dan tambahkan larutan AB mix sebanyak 250 ml/tanaman sebagai starter solution.

8. Pemeliharaan

Bibit bunga matahari yang mati dan gagal tumbuh sebaiknya dicabut beserta tanahnya dan sulam/gantikan dengan bibit yang baru. Lakukan penyulaman ketika tanaman berusia maksimal 14 hari setelah tanam. Bersihkan gulma secara berkala dan lakukan penyiraman tiap hari atau jika tanaman sudah terlihat mulai kering.

Menanam bunga matahari di lahan luas.

9. Pemupukan susulan

Agar tanaman tumbuh maksimal, lakukan pemupukan kocor dengan menambahkan pupuk NPK sebanyak 25-30 gr per tanaman. Pemupukan susulan dilakukan 1-2 bulan umur tanaman.

10. Pengendalian Hama dan Penyakit

Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman bunga matahari dilakukan secara manual. Beberapa jenis hama yang biasanya menyerang bunga matahari adalah walang hijau, ulat daun, dan ulat ngengat. Adapaun jenis penyakit yang biasanya menyerang tanaman ini adalah penyakit layu, virus tembakau, botryts cinerae, tepun embun, dan penyakit alternaria. Jika serangan telah melebihi ambang batas maka disarankan menggunakan insektisida dan fungisida.

11. Umur Berbunga

Bunga matahari yang ditanam dan dirawat dengan baik akan menghasilkan bunga yang mekar dengan sangat indah.

Umur pertama bunga matahari akan menghasilkan bunga sekitar 45-60 hari sejak ditanam dan 90-105 hari sejak disemai.

Itulah panduan lengkap teknik budidaya bunga matahari yang berhasil kami sadur dari berbagai sumber. Semoga infomasi ini bermanfaat. Happy gardening!

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *