6 Jenis Tanaman Obat untuk Atasi Tuberkulosis (TBC/TB)

tembelekan

Tuberkulosis (TBC / TB) merupakan penyakit infeksi pada saluran pernafasan yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Bakteri jenis ini bersifat basil sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama dalam pengobatannya. Penyakit ini dapat menyerang organ tubuh manusia, seperti tulang, persendian, perut, selaput otak dan terutama pada bagian paru-paru yang dapat berdampak buruk hingga menyebabkan kematian.

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit yang cepat menular. Penularan biasanya dapat terjadi melalui bakteri yang terbang di udara yang berasal dari percikan batuk ataupun air liur penderitanya saat meludah. Meskipun pengobatan modern lebih efektif digunakan, namun dengan pengobatan tradisional yang teratur juga dapat mendukung penyembuhan penyakit ini.

Berikut enam jenis tanaman obat yang dapat mengobati penyakit Tuberkulosis (TBC):

Pegagan (Centella Asiatica) Bibit Pegagan »

daun pegaganDi jawa, tanaman ini dikenal dengan nama gagan-gagan, kerok batok, panigowang, pantegowang, rendeng dan gangagan. Di beberapa daerah lainnya, antara lain bernama daun kaki kuda (Jakarta), daun tungke (Bugis), Pagaga (Makassar), antanan gede (Sunda), Kostekosan (Madura), kori-kori (Halmahera) dan kolotidi menorah (Ternate).

Cara pengobatannya bisa dilakukan dengan mencuci 30-60 gram pegagan segar, kemudian direbus dengan takaran 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas dan diminum 3 kali sehari. Atau pada kasus penyakit TB kulit, pegagan dapat dilumatkan dan ditempelkan langsung pada bagian kulit yang sakit.

Beberapa cara meramu lainnya, antara lain :

  • Campurkan 10 gram daun pegagan bersama 10 gram daun legundi, 10 gram daun waru lengis, 5 gram parutan kencur dan 25 gram widoro upas, ke dalam air rebusan dengan takaran 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas, lalu disaring dan diminum 3 kali sehari.
  • Campurkan 1 genggam daun pegagan bersama 7 lembar daun kapuk/randu dan 1 gelas gula batu ke dalam air rebusan secukupnya. Lalu air rebusan disaring dan diminum.

Bunga Tembelekan (Lantana Camara) Bibit Bunga Tembelekan »

tembelekanTanaman obat ini dikenal juga dengan nama bunga pagar atau kayu singapura. Di jawa disebut pecengan, puyengan, waung atau oblo. Sedangkan di Sunda disebut tai kotok, tai ayam, kembang satek atau saliyara. Cara pengobatannya bisa dilakukan dengan mencuci 6-10 gram bunga tembelekan segar yang telah dikeringkan, kemudian direbus dengan takaran 3 gelas air hingga tersisa separuh. Lalu air hasil rebusan disaring dan diminum 3 kali sehari (masing-masing setengah gelas).

Legundi (Vitex Trifolia L) Bibit Legundi »

legundiDi Palembang disebut Gandarasi, sedangkan di minangkabau disebut Langgundi. Cara pengobatannya dengan mencuci bersih 3/5 genggam daun legundi, kemudian direbus dengan takaran 3 gelas air hingga tersisa ¾ gelas. Lalu air hasil rebusan disaring dan diminum 3 kali sehari dengan tambahan madu secukupnya.

Beluntas (Pluchea Indica) Bibit Beluntas »

beluntasCara pengobatannya dengan menghaluskan 60 gram daun beluntas, kemudian campur dengan 1 gelas air masak. Saring air hasil perasannya dan minum 2 kali sehari.

Sambiloto (Andrographis Paniculata Ness) Bibit Sambiloto »

sambilotoCara pengobatannya dengan menggiling 1 genggam daun sambiloto segar yang telah dikeringkan hingga menjadi bubuk, kemudian tambahkan sedikit madu dan bentuk menjadi bulatan pil berukuran diameter sekitar 0,5 Cm. Pil dapat diminum 2-3 kali sehari dengan takaran 15-30 butir dalam sekali minum.

Salam Koja (Murraya Koenigii) Bibit Salam Koja »

Campurkan daun salam koja bersama daun sirih dan lobak cina ke dalam air rebusan dengan takaran secukupnya. Kemudian air rebusan disaring dan diminum secara rutin setiap hari.

Perlu diketahui bahwa penderita penyakit TBC sangat pantang memakan toge sehingga bagi penderitanya diharuskan untuk menghindarinya. Selain itu, air rebusan tanaman obat ini juga tidak dianjurkan untuk wanita hamil. Lakukan pengobatan secara rutin dan teratur dan tetap konsultasikan kepada dokter untuk penanganan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *