Membuat Green House Sendiri

Green house (rumah hijau) merupakan bangunan khusus yang berfungsi sebagai sarana bertanam untuk membantu tanaman agar dapat tumbuh lebih optimal, baik dalam hal pembibitan, penyimpanan ataupun proses budidaya tanaman itu sendiri. Sebutan green house sendiri sebenarnya adaptasi dari istilah rumah kaca. Karena alasan ekonomis, pembuatannya kini lebih sering digantikan dengan bahan plastik, sehingga istilah rumah kaca menjadi tidak sesuai lagi dan berganti dengan sebutan green house (rumah hijau), sesuai dengan fungsinya sebagai rumah tanaman yang notabene berwarna hijau.

Manfaat Green House

Membangun green house sangat berguna untuk menjaga tanaman dari kondisi lingkungan yang tidak menguntungkannya, baik terhadap faktor sinar matahari, kelembaban, suhu, angin, maupun terhadap serangan hama penyakit, sehingga dapat diperoleh hasil tanaman yang lebih baik.

Secara umum, manfaat green house bagi tanaman, antara lain:

  • Dapat menanam tanpa mengenal musim
    Berbagai jenis tanaman memiliki sifat tanamnya masing-masing, baik yang dapat hidup di musim hujan maupun di musim kemarau. Dengan bertanam di dalam green house, kondisi lingkungan tersebut dapat dimanipulasi, sehingga memungkinkan tanaman tumbuh dengan optimal tanpa tergantung dengan lingkungan luar.
  • Meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil produksi
    Pemberian nutrisi dan kondisi lingkungan di dalam green house dapat dikendalikan dengan lebih mudah sesuai dengan kebutuhan tanaman, sehingga kualitas dan kuantitas hasil produksinya tentu akan menjadi lebih baik.
  • Memungkinkan budidaya secara organik
    Dengan kondisi green house yang terjaga dan terawat dengan baik, maka tentu dapat mencegah serangan hama penyakit sehingga penggunaan pestisida tidak diperlukan lagi.

Tipe dan Jenis Green House

Tipe bangunan green house dapat dibedakan dari desainnya, dimana biasanya dibuat dengan memperhatikan kondisi iklim di sekitarnya. Seperti pada daerah beriklim tropis, desain bangunan lebih dibuat dengan banyak ventilasi yang berguna mengurangi suhu udara tinggi di dalamnya. Sedangkan pada daerah beriklim sub tropis, biasanya dibuat lebih tertutup yang berguna untuk mempertahankan suhu udara hangat di dalamnya. Secara umum, bangunan green house dapat dibedakan menjadi 3 tipe, antara lain:

  • Tipe Tunnel
    Tipe ini berbentuk melengkung, dimana bagian dinding dan atapnya dibuat menyatu tertutup hingga membentuk setengah lingkaran. Biasanya banyak digunakan pada daerah sub tropis.
  • Tipe Piggy Back
    Disebut juga tropical green house yang banyak digunakan pada daerah tropis. Tipe ini berbentuk seperti rumah dengan banyak ventilasi di atapnya.
  • Tipe Multispan
    Merupakan gabungan dari tipe tunnel dan tipe piggy back. Tipe ini lebih banyak digunakan pada pertanian skala besar karena memiliki struktur bangunan yang kuat namun tetap ekonomis.

Sedangkan jenis green house dapat dibedakan berdasarkan material dominan yang digunakan, dimana akan berpengaruh terhadap biaya dan usia pakai bangunan tersebut. Secara umum, terdapat 3 jenis green house yang biasa digunakan di Indonesia, antara lain:

  • Green house bambu
    Merupakan jenis yang paling banyak digunakan para petani karena biaya pembuatannya yang paling murah. Kelemahan jenis ini adalah usia pakainya yang relatif lebih singkat dan materialnya rentan sebagai media timbulnya hama. Biasanya green house bambu digunakan sebagai tempat produksi tanaman dengan penutup hanya menggunakan plastik UV.
  • Green house kayu
    Jenis ini sudah lebih baik dibanding jenis bambu karena usia pakainya lebih lama serta sanitasi lingkungan yang lebih bersih. Biasanya bagian bawah dinding ditambah semen dan penutupnya sudah menggunakan berbagai jenis pilihan bahan.
  • Green house besi
    Jenis ini adalah yang paling tahan lama digunakan dan tentunya paling mahal. Karena materialnya yang kuat, biasanya ditambahkan juga beberapa peralatan lain yang dapat mendukung penggunaannya menjadi lebih optimal.

Membangun Green House

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membangun green house agar penggunaannya dapat lebih efektif, antara lain:

  • Ketinggian atap dibuat lebih rendah, maksimal setinggi orang dewasa. Hal ini cukup berguna dalam perawatan dan juga memudahkan saat menangkap hama yang masuk.
  • Green house memiliki sirkulasi udara yang baik namun tertutup.
  • Penggunaan jaring sebagai dinding sebaiknya lebih rapat dan berwarna transparan.
  • Biaya pembuatan yang sehemat mungkin.

Hal umum yang menjadi kendala dalam membangun green house biasanya terletak pada faktor biaya. Padahal jika dapat lebih berkreasi, Anda juga dapat membangun green house sederhana dengan biaya yang lebih murah dan fungsi yang sama.

Berikut beberapa bahan utama yang dibutuhkan untuk membangun green house sederhana, antara lain:

  • Kayu, bambu, pipa PVC (paralon) ataupun besi.
    Bahan-bahan ini digunakan untuk pembuatan kerangka dan juga rak-rak untuk tanaman. Anda dapat memilih salah satu ataupun mengkombinasikannya sesuai keinginan. Bahan dari kayu dan bambu lebih murah namun hanya mampu bertahan 2-3 tahun, sedangkan besi lebih mahal namun tahan lama. Pemilihan pipa PVC sangat cocok untuk rangka tipe melengkung (tunnel).
  • Plastik Ultraviolet.
    Plastik ultraviolet digunakan untuk menutupi bagian atap. Terdapat berbagai jenis bahan lain di pasaran yang bisa menjadi pilihan Anda, seperti bahan Acrylic, Polycarbonate, Fiberglass Reinforced Polyester, Polyethylene film ataupun Polyvinyl cholride film.
  • Paranet/Screen.
    Digunakan untuk menutupi seluruh bagian sisi dinding. Paranet berguna untuk memberi sirkulasi udara, menyaring sinar matahari dan menghalau masuknya serangga dari luar.
  • Paku, baut, tali dan lain sebagainya.
    Pada dasarnya bahan-bahan ini digunakan untuk mengikat dan memberi kekuatan konstruksi bangunan.

Cara membangun green house cukup mudah dilakukan. Berikut tahapan-tahapan sederhana yang bisa Anda lakukan:

  1. Menentukan lokasi dan ukuran green house.
    Pemilihan lokasi setidaknya memperhatikan beberapa faktor, seperti luas lahan, bentuk topografi, iklim, serta ketersediaan sumber air. Setelah memperhatikan itu semua, maka selanjutnya Anda dapat menentukan ukuran dan arah bangunan sesuai dengan keinginan. Menentukan ukuran bangunan akan membantu Anda memperhitungkan jumlah kebutuhan bahan yang diperlukan. Semakin besar ukuran maka tentu akan semakin besar biaya yang dikeluarkan.
  2. Membuat kerangka
    Bentuk kerangka dapat disesuaikan dengan keinginan, baik berbentuk rumah ataupun melengkung seperti tipe tunnel. Buatlah kerangka mulai dari bagian dinding, pintu hingga bagian atap. Setiap tiang utama kerangka dapat Anda berikan dudukan beton agar lebih kuat. Gunakan paku, baut dan tali untuk mengikat antar bagiannya.
  3. Menutup Kerangka
    Setelah kerangka selesai dibentuk, kemudian tutuplah bagian atapnya dengan plastik UV. Baru kemudian menutup bagian dinding dengan paranet. Gunakan paku, baut dan tali untuk mengikatnya. Pasanglah secara benar dan hati-hati agar hasilnya lebih rapi dan kuat.
  4. Finishing
    Setelah green house selesai dibangun, maka tahap selanjutnya melakukan pengaturan di dalamnya. Pengaturan dapat disesuaikan dengan kegunaannya, Anda dapat membuat sekat-sekat ataupun membuat rak-rak kecil sebagai tempat tumbuh tanaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Diskon 20%
Tak Beruntung
Diskon 5%
Hampir!
Diskon 30%
Diskon 15%
Nyaris!
Produk Gratis
Tanpa hadiah
Diskon 10%
Zonk..!
Diskon 25%
Menangkan Diskon / Mawar Rambat GRATIS
Bagi pengguna baru situs Bibit Online, kami memberikan kesempatan untuk memenangkan hadiah berupa diskon atau tanaman mawar rambat GRATIS (bisa pilih varietas pink atau putih).
  • Jika menang, sebuah kupon akan dikirim ke email Anda
  • Kupon expired setelah 5 jam. Gunakan segera.
  • Kesempatan memutar cuma 1x saja. Semoga beruntung 😘