Pengendalian Hama secara Mekanik

pengendalian hama secara mekanik

Pengendalian hama secara mekanik merupakan teknik pengendalian hama yang dilakukan secara fisik, yakni perlakuan langsung terhadap tanaman baik menggunakan alat tertentu maupun secara manual, misalnya penyiangan atau pembersihan gulma di sekitar tanaman.

Pengendalian hama secara mekanik ini biasanya dilakukan petani di daerah-daerah dengan memanfaatkan tenaga kerja dengan bayaran yang relatif rendah. Pengendalian mekanik di wilayah pertanian tidak melulu memanfaatkan tenaga kerja, tetapi juga terkadang bekerjasama dengan para petani lainnya untuk bersama-sama melakukan pengendalian hama.

Cara Pengendalian Hama secara Mekanik

Pengendalian hama secara mekanik biasa dilakukan pada tanaman organik agar terhindar dari obat-obatan kimia yang dapat berdampak buruk pada hasil panen tanaman. Selain itu, juga dapat menjaga pencemaran lingkungan dan alam.

pengendalian hama secara mekanik

Contoh Pengendalian Mekanik

Kegiatan pengendalian hama secara mekanik yang biasa dilakukan misalnya mengambil dan membersihkan siput atau ulat yang menyerang tanaman kubis secara manual. Kegiatan ini oleh petani Jawa disebut “Rogesan”, yakni mengendalikan hama ulat penggerek yang menyerang pucuk tebu. Lain lagi dengan petani kopi, yang menyebutnya “Lelesan”, yaitu kegiatan penyortiran kopi dari serangan hama Hypotheneemus Hampei.

Kegiatan pengendalian hama secara mekanik atau manual ini biasanya dilakukan pada pagi hari secara serentak dengan mengumpulkan ulat yang menyerang pucuk tembakau, dan kemudian hasil tangkapan tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar.

Adapun cara pengendalian secara fisik, yakni dengan memanipukasi faktor fisik lingkungan sedemikian rupa sehingga secara alamiah dapat menurunkan dan mematikan hama yang menyerang tanaman. Tindakan pengendalian hama secara kultur teknis tersebut dapat berupa:

Penghalang Atau  Pelindung

Pengendalian hama dengan teknik ini misalnya dengan membungkus buah mangga dengan plastik agar terhindar dari serangan hama pohon mangga. Ada juga dengan membuat pematang sebagai penghalang untuk membatasi pergerakan hama, atau dibuat lubang selokan disekeliling tanaman sebagai jebakan hama.

Perlakuan Panas

Cara pemanasan ini biasanya dilakukan pada lumbung-lumbung atau gudang agar terhindar dari serangan hama, yakni dengan cara meningkatkan suhu ruangan pada gudang yang tertutup. Cara ini sangat efektif untuk melindungi hasil panen di gudang maupun lumbung.

Dengan Lampu Perangkap

Teknik penerangan ini biasa diaplikasikan oleh para petani padi atau bawang merah di Brebes misalnya. Dimaksudkan untuk mengecoh hama dengan memanfaatkan kelemahannya pada ketertarikan sumber cahaya. Pada bawah atau sekitar lampu diberikan cairan sabun untuk menjebak hama penyarang, sehingga ketika hama mendekat akan terjebak lalu berjatuhan pada cairan tersebut dan akhirnya mati.

Pengendalian Gulma secara Mekanik

Teknik pengendalian gulma secara mekanik ini paling sederhana dan memakan waktu yang cukup lama, karena dilakukan secara manual.

  • Dengan cara pengambilan langsung menggunakan tangan, kurang efektif memang tetapi merupakan cara yang paling murah.
  • Dengan menggunakan jaring perangkap atau pemukul, untuk menangkap hama tikus di sawah-sawah.
  • Mencabut tanaman gulma dengan tangan yang mengganggu disekitar tanaman.

Begitu banyak cara pengendalian hama secara mekanik, misalnya saja kita menjumpai orang-orangan sawah, yang merupakan salah satu teknik pengendalian hama tanaman dengan menakut-nakuti burung-burung yang memakan padi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *