Prospek Bisnis Tanaman Hias Bunga Anggrek yang Menjanjikan

Tanaman hias anggrek di Indonesia memiliki potensi yang amat besar untuk dibudidayakan secara komersil dan memiliki prospek bisnis tanaman hias yang bagus. Sekitar 25 persen spesies tanaman hias anggrek dunia berada di Indonesia dan lebih dari 700 spesies anggrek dipunyai oleh Indonesia, bahkan sekitar 90 persen induk-induk silangan anggrek yang paling digemari dan dikomersilkan berasal dari Indonesia.

Baca juga: 9 Cara Merawat Bunga Anggrek Agar Cepat Berbunga

Melihat besarnya potensi jenis  tanaman hias anggrek yang ada, Indonesia berpeluang besar untuk mengembangkan usaha anggrek secara komersil karena prospek bisnis tanaman hias bunga anggrek dinilai menjanjikan.

Prospek Bisnis Tanaman Hias Bunga Anggrek

Peluang usaha anggrek ini sebenarnya menjanjikan, hal ini tercermin dari setiap fase dalam  perkembangan anggrek yang bisa dijadikan usaha dimulai dari mengadakan  silangan untuk membuat kultivar baru sampai menghasilkan  tanaman pot anggrek hias berbunga atau produksi bunga potong.

Anggrek biasanya  diperjualbelikan dalam tiga bentuk, yaitu bibit anggrek, tanaman  anggrek dewasa (pot plant) dan bunga anggrek potong. Bibit anggrek terbagi lagi  menjadi empat segmen, yaitu bibit botolan, bibit seedling (tanaman dara), bibit kompot, dan bibit tanaman remaja. Bibit anggrek menjadi komoditas perdagangan di tingkat petani dan importir bibit, sedangkan tanaman hias anggrek dewasa dan bunga  anggrek potong diperdagangkan di tingkat penjual/ pusat pemasaran.

Untuk menghasilkan bunga yang berkualitas baik perlu disertai dengan tatacara  budidaya yang baik pula. Agribisnis bunga anggrek akan terus meningkat sebab mempunyai kerag aman serta ciri khas tersendiri sebagai bunga tropis. Hal ini  mengakibatkan minat masyarakat untuk memelihara tanaman hias anggrek dengan  tujuan komersial menjadi tinggi, mengingat keadaan pasar lokal, regional dan internasional yang amat cerah.

Di Pulau Sumatera terdapat  lebih dari 731 spesies anggrek, 231 merupakan  anggrek endemik dan terdistribusi secara merata di setiap wilayah. Endemisitas dikarenakan beragamnya pola topografi di Pulau Jawa, yaitu daerah dataran tinggi dan dataran rendah. Saat  ini permintaan anggrek  terus  meningkat.

Hal itu  disebabkan anggrek sangat populer dipakai dalam berbagai hal, seperti resepsi pernikahan, lebaran, natal, tahun baru, ataupun  ulang  tahun.  Belum lagi  kebutuhan untuk karangan bunga, untuk ucapan selamat dan rangkaian bunga meja untuk hotel, perkantoran, restoran,  dan bank.

Dilihat dari hal itu, peluang dan prospek bisnis tanaman hias bunga anggrek sesungguhnya terbuka lebar dan usaha dibidang hortikultura seperti tanaman hias anggrek  bisa mendatangkan banyak keuntungan.

Baca juga: 4 Tips dan Cara Menanam Bunga Anggrek Agar Cepat Berbunga

Perhitungan Prospek Keuntungan Tanaman Hias Bunga Anggrek

Mari kita kalkulasikan biaya dan pendapatan prospek bisnis tanaman hias bunga anggrek

Harga bunga anggrek spesies yang paling banyak di Indonesia berkisar Rp.35.000-100.000. rata-rata harga kita ambil sebagai patokan yaitu Rp. 60.000. Ingat, bahwa semua disini adalah perhitungan asumsi/ kisaran saja.

Modal awal/ biaya tahunan:

Sewa lahan 1 hektar                                       Rp. 15.000.000

Pembelian sabut kelapa                                Rp    9.000.000,.

Pupuk kandang                                              Rp    4.500.000,.

Pestisida 2 jenis (Dursban dan Akodan)   Rp       90.000,.

Pembelian bambu                                          Rp    1.500.000,.

Pembelian peralatan pertanian                   Rp      900.000,.

Jumlah                                                                                                           Rp   30.490.000,.

Biaya Operasional Bulanan dalam Setahun:

Pestisida                                                          Rp       90.000,.

Transportasi                                                    Rp      300.000,.

Karyawan 2 orang                                          Rp.      4.000.000

Jumlah                                                            Rp    4 390.000,.x 12 =           Rp.52.680.000

Pendapatan/Omset per tahun

(70 ikat bunga x 4 (minggu) x Rp 60.000) x 12=       Rp 201.600.000,

Laba bersih

Pendapatan – Biaya operasional – Modal Tahunan

Rp 201.600.000 – 52.680.000 – 30.490.00           =         Rp    118.430.000

Asumsi itu berdasarkan perhitungan jika Anda hanya menyewa 1 hektar lahan. Biaya-biaya tersebut bisa saja lebih murah atau lebih mahal Anda dapatkan, tetapi kami rasa tidak akan jauh dari perkiraan.

Itulah tadi prospek bisnis tanaman hias bunga anggrek yang bisa kami gambarkan, hasilnya tergantung usaha Anda.

Lihat di sini berbagai varietas tanaman anggrek kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Butuh Bantuan? Chat di WA