Cara membuat Bibit Jeruk Manis

cara membuat bibit jeruk

Cara membuat bibit tanaman buah memang gampang-gampang susah, karena setiap pembibitan tanaman tidak sama metodenya, misalnya saja buah jeruk bisa dari biji, tetapi buah anggur tidak bisa. Contoh lainnya, cara membuat bibit apel dapat diperoleh dari cangkokan, tetapi tidak dengan buah alpukat yang hanya dapat diperoleh dengan metode sambungan dan biji.

Sebagai solusi, agar anda tidak susah-susah mendapatkan bibit jeruk manis, atau bibit tomat unggul, silahkan kunjungi situs utama kami bibitbunga.com yang menyediakan berbagai bibit buah unggul dari mulai bibit cabe, bibit tomat, bibit apel, bibit semangka, hingga bibit buah impor tersedia semua. Termasuk juga bibit tanaman hias beserta perlengkapan berkebun anda seperti pot, pupuk, dan media tanam lainnya.

cara membuat bibit jeruk

Cara membuat bibit Jeruk unggul

Seperti yang telah diutarakan diatas, setiap tanaman memiliki ciri khusus dalam proses pembibitannya. Pada dasarnya, proses perbanyakan dapat dilakukan dengan dua cara yakni perbanyakan secara generatif dan perbanyakan vegetatif. Untuk dapat memperoleh bibit jeruk manis, ada tiga cara yang dapat dilakukan antara lain pembibitan dari biji, pembibitan melalui stek, dan pencangkokan.

1. Pembibitan Jeruk dari Biji

Cara membuat bibit dari biji hendaknya dilakukan sebagai upaya terakhir jika anda tidak menemukan tanaman jeruk manis unggul atau induk tanaman lainnya untuk dicangkok, okulasi, distek maupun dengan penyambungan.

Namun, jika anda memiliki bibit buah unggul, tidak dimungkinkan pertumbuhan tanaman lebih sehat dan lebih baik hasilnya. Untuk mendapatkan bibit jeruk manis unggul tentunya melalui proses seleksi yang ketat, tidak sembarangan langsung menanam biji dari buah jeruk yang anda beli di pasar, karena bahkan anda tidak tahu apakah jeruk tersebut berkualitas atau tidak. Sehingga usaha anda menanam jeruk pun akan sia-sia.

Biji yang akan dijadikan bibit harus melalui seleksi, kumpulkan terlebih dahulu semua bijinya, pilihlah biji dari buah jeruk manis atau buah lainnya yang benar-benar masak. Bersihkan biji dari sisa-sisa buah yang menempel lalu keringkan ditempat teduh hingga beberapa hari sampai biji benar-benar kering, jangan terkena sinar matahari secara langsung karena biji buah dapat pecah dan rusak,

Biji yang sudah kering masih harus disimpan lagi ditempat yang kering dengan sirkulasi udara yang baik, sampai paling lama 3 bulan. Pengeringan dimaksudkan untuk menghilangkan uap air yang dapat menyebabkan jamuran dan untuk menambah kemasakan biji. Jika benar-benar sudah masak, maka biji siap ditanam.

Baca: Cara Tanam Jeruk Keprok

2. Cara membuat bibit Jeruk Manis dengan Mencangkok

Tanaman jeruk manis yang akan dicangkok harus sudah dewasa dan sudah menghasilkan buah dengan kualitas bagus secara berkelanjutan hingga tiga masa panen berturut-turut. Selain itu, indukan Jeruk atau tanaman lain tidak pernah terserang penyakit, dan tumbuh dengan pengakaran yang sangat kuat.

Lakukanlah pencangkokan ketika datang musim hujan agar prosesnya cepat dengan hasil yang maksumal. Pilihlah cabang yang lurus dari indukan tersebut, yang mudah dijangkau dan tidak merusak keindahan induk Jeruk.

Harus Baca: Cara Mencangkok Tanaman Buah

3. Cara Pembibitan dengan Menyetek

Berbeda dengan teknik mencangkok, karena dengan teknik stek tanama akan tumbuh tanpa bantuan indukan. Namun prinsip dasar pemilihan indukan sama agar nantinya tanaman yang tumbuh minimal memiliki kualitas yang sama.

Membuat bibit Jeruk manis dengan teknik menyetek biasanya lebih sulit dilakukan daripada tanaman buah lainnya, karena akar indukan Jeruk lebih kecil dari jambu biji misalnya yang sangat mudah di stek.

Menyetek adalah cara pembibitan dengan cara menanam bagian tertentu dari tanaman seperti batang, dahan, akar dan anakan. Teknik stek ini paling mudah dilakukan pada tanaman ketela atau ubi kayu. Namun dapat juga untuk tanaman jeruk manis atau jambu biji.

Gunakan akar indukan Jeruk dengan cara memotong dengan pisau yang sangat tajam agar irisan yang terbentuk runcing, licin dan rata sehingga mudah ditancapkan. Potongan akar kemudian ditanam di pot atau dapat langsung ditanah yang tidak terkena sinar matahari secara langsung dengan media tanam yang baik menggunakan campuran pupuk kandang, tanah, dan arang sekam. Lakukan penyiraman secara berkala, tapi jangan sampai terlalu basah apalagi tergenang agar akar tidak busuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *