Cara Menanam Melon yang Benar

cara menanam melon

Cara menanam melon yang benar adalah dengan mempelajari karakteristik dari buah melon terlebih dahulu. Melon merupakan keluarga dekat dari semangka, dimana tumbuhnya merambat karena buahnya yang cukup besar, sehingga jika Anda ingin menanam di dalam pot misalnya, harus dengan bantuan penopang agar batang tanaman dapat memanjat.

Melon akan tumbuh baik di dataran tinggi sedang, sekitar 250-750 meter diatas permukaan laut. Suhu yang ideal adalah antara 23-30oC. Tidak terlalu dingin dan tidak pula terlalu panas. Jika ditanam diluar suhu tersebut, maka tanaman melon akan sangat sulit untuk tumbuh baik, seandainya berbuah pun, hasil buahnya akan kecil tidak seperti buah melon yang seharusnya.

Jenis Melon Unggulan

Ada 3 jenis buah melon yang sangat kami rekomendasikan untuk dibudidayakan. Diantaranya:

  • Reticalatus. Ciri utama dari jenis melon ini adalah warna buahnya hijau muda dihiasi juga warna oranye. Jenis ini paling banyak ditemukan di toko buah. Bentuknya bulat dan kulitnya kehijauan dengan tekstur yang mirip jaring.
  • Inodorus. Ciri utama jenis ini adalah bentuknya yang agak lonjong. Dengan warna kulit kuning pucat agak hijau. Dan daging yang berwana hijau, oranye keputihan tidak beraroma.
  • Cantalupensis. Jenis ini malah hampir mirip dengan buah blewah, dengan daging berwarna kuning dan kulitnya mirip labu, dengan aroma daging yang sangat kuat, dibanding dengan jenis melon yang lain.

Bibit Melon

Pada umumnya, membudidayakan melon pembibitannya diperbanyak secara generatif dari biji atau benih. Jika anda ingin membudidayakan di lahan 1 hektar misalnya, benih yang anda butuhkan setidaknya 500-700 gram biji benih melon.

Untuk pembibitan tanaman melon, jangan gunakan biji dari melon yang anda beli di pasar. Untuk mendapatkan bibit melon unggulan, silahkan buka katalog kami di bibitbunga.com. Ada beberapa jenis bibit melon unggulan dengan harga 10 ribu dengan isi 5 biji per paket.

Agar tumbuh dengan baik, biji melon harus direndam dahulu dengan air hangat selama 7 jam. Setelah direndam, siapkan kain basah untuk meniriskan biji tersebut. Tempatkan di tempat yang teduh selama 2 hari hingga biji berkecambah, perhatikan kain jangan sampai kekeringan. Percikan air secukupnya untuk menjaga kelembabannya.

Sementara anda menunggu dua hari hingga berkecambah, siapkan polybag untuk tempat persemaian. Isi polybag dengan campuran kompos dan tanah dengan perbandingan 1:2. Atau bisa juga menggunakan pupuk kandang dengan tanah. Tetapi harus di ingat, pupuk kandang harus kering, agar terhindar dari hama penyakit.

Setelah bibit melon berkecambah, benamkan bibit pada polibag yang sudah disiapkan tadi  sedalam 1-2 cm saja, lalu tutup dengan pelingdung plastik agar terhindar dari panas matahari secara langsung, dan genangan air akibat hujan. Percikan air secara berkala untuk menjaga kelembabannya, tetapi jangan sampai terlalu basah. Proses ini biasanya akan memakan waktu 10-14 hari, hingga bibit melon tumbuh 2 atau 3 helai daun. Jika sudah tumbuh daun, maka bibit melon sudah siap untuk dipindahkan ke media tanam yang anda inginkan.

Persiapan Lahan dan Cara Menanam Melon

Sembari menunggu tumbuhnya daun, siapkan lahan penanaman terlebih dahulu. Cangkul tanah secara merata, agar media tanam terbebas dari batu atau apapun yang nantinya akan menganggu proses pertumbuhan akar tanaman melon. Bentuklah bedengan agar nantinya jarak untuk tumbuhnya melon rapi dan sehat, tidak terganggu satu dengan yang lainnya. Jarak antar bedengan yang tepat sekitar 50-60 cm. Lebar bedengan 100-120, tinggi 30-50 cm, dan panjangnya 10-15 meter. Ukurlah sesuai dengan lahan yang anda miliki.

Setelah lahan dipersiapkan, berikan kapur pertanian atau dolomit sebanyak 2 kg per meter untuk menjaga pH tanah. Biarkan hingga 3 hari. Kemudian olahlah tanah dengan memberikan pupuk kandang sekitar 15 kg per 2 meter. Pastikan bahwa pupuk kandang sudah steril dan kering. Agar lebih gembur dan subur, tambahkan juga KCI, ZA dan SP-36, masing-masing 3 ons per meter. Campurkan semua pupuk tersebut dengan tanah bedengan hingga merata, diamkan selama 3 hari, tutuplah lahan tanam dengan plastik mulsa berwarna hitam perak.

Penutupan dimaksudkan agar tanah dan pupuk dapat bercampur dengan sempurna tanpa ada gangguan hujan atau apapun yang dapat merusak lahan tanam. Warna hitam menghadap ke tanah dan warna perak di bagian luarnya. Buat lubang tanam di atas mulsa tersebut. Dalam setiap bedengan terdapat dua baris lubang tanam dengan jarak antar baris 60 cm dan jarak antar lubang dalam satu baris 50-60 cm.

Setelah semua siap, kini saatnya menanam bibit melon. Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari agar bibit terhindar dari matahari yang terlalu terik, karena bibit perlu beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Tanam satu bibit Melon pada setiap lubang tanam. Siram dengan air secukupnya tetapi jangan sampai terlalu basah dan menimbulkan genangan.

cara menanam melon

Cara Merawat Melon yang Benar

a. Pemasangan ajir

Ajir adalah bilang tongkat dari bambu yang berfungsi untuk menopang tanaman melon agar buah melon nantinya tidak bersentuhan dengan tanah. Selain itu ajir juga berfungsi untuk membantu tanaman berdiri tegak sehingga matahari dapat menyinari seluruh bagian tanaman, agar dapat tumbuh dengan sempurna.

Ajir yang harus disiapkan sepanjang 1,5 meter. Penancapannya setelah tanaman berumur 3 hari. Hal ini dimaksudkan agar penancapan ajir tidak merusak akar tanaman melon. Tancapkan ajir tersebut pada lubang tanam secara menyerong, ujung atasnya condong ke arah dalam bedengan. Sehingga ajir-ajir tersebut saling bersilangan, membentuk huruf X. Kemudian siapkan bilah bambu yang lebih panjang dan letakkan secara horisontal diantara silangan ajir-ajir tersebut, ikat dengan tali rafia.

b. Penyiraman

Seperti halnya tanaman lain, tanaman Melon juga membutuhkan air yang cukup untuk pertumbuhannya. Siramlah secara teratur setiap sore hari hingga tanaman berumur satu minggu. Selanjutnya penyiraman dapat dilakukan 2 hari sekali.

Ketika musim hujan datang, anda harus memastikan drainase dapat berfungsi dengan baik agar lahan tanam terhindar dari genangan air. Jika dibiarkan terlalu basah maka pertumbuhannya akan terganggu dan lebih parahnya tanaman akan layu dan mati.

c. Pemupukan Lanjutan

Setelah tanaman berumur satu minggu, pemupukan lanjutan diperlukan. Kami merekomendasikan pupuk organik siap pakai yang berbentuk cair dan juga telah kami sediakan di toko kami ataupun pupuk kimia buatan. Anda bisa melihat beragam jenis pupuk dan keterangan cara pemakaian disini.

Pemupukan lanjutan diberikan sebanyak 6 kali setiap 7 hari sekali dengan dosis 200 ml per tanaman. Dalam masa pertumbuhan, perlu dilakukan pengendalian hama tanaman agar proses pertumbuhannya sempurna. Siapkan juga pestisida dengan penyemprotan khusus tanaman buah apabila hama mulai menyerang tanaman melon.

d. Pemanenan Buah Melon

Masa pertumbuhan hingga masa panen untuk buah melon biasanya memakan waktu hingga 3 bulan lamanya. Cara pemanenan adalah dengan menggunting tangkai buah seperti huruf T. Bagian yang di potong adalah yang mengarah pada daun bukan pada buah.

Pemanenan sebaiknya dilakukan setiap menjelang siang hari secara bertahap. Petik buah yang sudah benar-benar siap dipanen. Setelah pemanenan, rawat terus tanaman melon seperti biasa, hingga masa panen berikutnya tiba.

Demikian cara menanam melon yang benar. Semoga dapat membantu anda dalam melakukan budidaya melon yang sempurna. Jika ada hal yang kurang paham tentang cara menanam melon dan bibit tanaman melon, silahkan hubungi kami untuk lebih detailnya melalui kontak yang sudah tersedia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *