Cara Praktis Budidaya Cabe Rawit

budidaya cabe rawit

Budidaya cabe rawit tidak memiliki resiko sebesar budidaya cabe besar, karena cabe rawit memiliki daya tahan lebih baik dari serangan hama. Sehingga peluang panen optimal pun lebih besar. Sebetulnya ada banyak jenis cabe rawit yang ditanam di Indonesia. Namun yang paling dikenal masyarakat adalah jenis cabe rawit hijau dan cabe rawit putih.

Ada banyak cara budidaya cabe rawit yang bisa Anda lakukan, misalnya dengan media pot, polybag, hidroponik, atau cara penanaman secara organik. Pelajari berbagai teknik penanamannya dan pilihlah yang paling cocok dengan kondisi lingkungan sekitar Anda.

Baca Juga: Cara Menanam Cabe di Polybag

budidaya cabe rawit

Budidaya Cabe Rawit Organik

Untuk melakukan budidaya cabe rawit, jangan pilih bibit cabe rawit sembarangan, menggunakan biji cabe yang ada didapur misalnya. Pemilihan benih cabe yang baik sangat penting agar hasil panennya memuaskan.

Ada banyak pilihan benih cabe rawit hibrida yang merupakan bibit unggul tahan penyakit yang berasal dari tanaman yang bebas dari serangan penyakir dan hama. Kami menjual bibit cabe rawit dengan harga ekonomis, mulai dari 10 ribu untuk cabe biasa dan 95 ribu untuk bibit cabe hibrida. Silahkan lihat katalog bibit dan tanaman cabe kami disini.

Untuk budidaya cabe rawit organik, kita harus memastikan benih cabe terhindar dari serangan jamur. Oleh karena itu, pemberian fungisida sangat penting agar tanaman cabe nantinya bisa tumbuh optimal dan terhindar dari serangan hama dan penyakit.

Baca Juga: Cara Menanam Cabe yang baik dan benar

Penyemaian Benih Cabe Rawit

Sesuaikan benih dengan lahan tanam anda. Untuk satu hektar lahan, diperlukan setidaknya 0,5 kg benih cabe rawit. Sebelum dijadikan bibit, benih harus disemaikan terlebih dahulu di tempat yang terhindar dari terik matahari, hujan dan terpaan angin.

Untuk latihan menanam cabe rawit, anda bisa gunakan pot. Untuk kelas budidaya dengan lahan besar, gunakanlah polybag dengan ukuran 5×10 cm. Isilah polybag dengan tanah, kompos serta arang sekam dengan perbandingan 1:1:1, hingga ¾ bagian polybag.

Sembari menyiapkan media tanam tersebut, rendam terlebih dahulu benih cabe rawit sekitar 6 jam dalam air hangat untuk merangsang pertumbuhannya. Setelah media persemaian siap, rendam benih cabe rawit dengan air hangat selama kurang lebih 6 jam. Kemudian masukkan benih kedalam polybag sedalam 0,5 cm, tutup permukaannya dengan media tanam lalu simpan ditempat yang teduh.

Lakukan lah penyiraman setiap pagi dan sore hari agar kelembabannya terjaga. Dalam waktu sekitar 1-2 minggu, benih akan tumbuh dan setelah umur 1 bulan akan tumbuh daun 4-6 helai, barulah bibit cabe rawit siap ditanam di lahan yang diinginkan.

Pengolahan Tanah dan Penanaman

Pengolahan tanah sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pembibitan cabe rawit, agar tidak memakan waktu lama. Hal tersebut juga dimakusdkan ketika benih siap tanam, lahan pun sudah siap untuk penanaman, dan Anda pun tidak perlu bekerja dua kali.

Sebelum dilakukan penanaman, tanah harus dibersihkan dari tanaman dan bebatuan yang dapat mengganggu tanaman cabe rawit nantinya. Oleh karena itu, mencangkul dan membajak lahan tanam perlu dilakukan. Jika anda memilih melakukan budidaya cabe rawit dengan sistem hidroponik, maka anda wajib baca Cara Menanam Cabe Hidroponik.

Jika anda memiliki lahan budidaya yang luas, maka cangkulah tanah dengan kedalaman hingga 40 cm dan buatlah bedengan dengan lebar 1 meter dan tinggi 30-40 cm. Tingkat keasaman tanah juga perlu diperhatikan. Tanah yang terlalu asam tidak cocok untuk menanam, oleh karena itu perlu penggunaan Dolomit untuk menetralkan keasaman tanah. Gunakan sekitar 1-4 ha/ton tergantung tingkat keasaman tanah.

Untuk penanaman, berikan lah jarak pada setiap lubang tanam sekitar 50-60 cm dengan sistem zig zag agar sinar matahari dapat terkena ke seluruh tanaman dan sirkulasi udara dapat lebih baik dan juga tanaman dapat memperoleh nutrisi secara seimbang.

Pindahkan bibit yang sudah disemai kedalam lubang tanam. Jika penyemaian menggunakan polybag, maka copot polybag semai atau dapat pula disobek. Lalu siramlah dengan air secukupnya namun jangan sampai ada genangan agar kelembaban dapat terjaga. Pemindahan bibit hendaknya dilakukan pada pagi atau sore hari dan lakukan dalam satu hari itu juga.

Perawatan Budidaya Cabe Rawit

Merawat tanaman cabe relatif mudah karena hanya perlu dilakukan penyiraman sekali dalam sehari ketika sore hari agar tanaman tidak kering dan mati. Setiap dua minggu sekali, rendamlah bedengan pada siang menjelang sore hari agar tanaman terjaga kesegarannya.

Pemupukan tanaman cabe baru dilakukan setelah masa tanam menginjak usia 1 bulan. Gunakan pupuk organik cair atau kompos. Berikan pupuk cair yang telah diencerkan sebanyak 100 ml untuk setiap tanaman. Sedangkan pupuk kompos sebanyak 500-700 gram. Bisa juga ditambahkan urea dan NPK sebagai pupuk tambahan.

Pengendalian hama dan penyakit

Dengan bibit unggul cabe rawit yang diberikan fungisida maka sebenarnya tanaman akan lebih tahan terhadap serangan penyakit dan hama. Meski demikian, perlu perhatian pula agar tanaman benar-benar terhindar dari serangan hama dan penyakit, misalnya dengan melakukan pembersihan setiap daun yang mati.

Baca Juga: Cara Mengatasi Hama Tanaman

Tanaman cabe rawit biasaya diserang penyakit seperti patek, kerdil, keriting daun dan busuk buah yang biasa menyerang ketika musim hujan tiba dan curah hujan sangat tinggi. Oleh karena itu tanaman perlu dilindungi dengan penutup plastik atau deklit ketika curah hujan tinggi.

Pemanenan Cabe Rawit

Ketika usia tanam sudah menginjak 2-3 bulan, cabe rawit siap dipanen. Dengan periode panen hingga 6 bulan atau lebih kira-kira sampai 18 kali pemanenan karena usia tanaman cabe rawit optimalnya hanya sekitar 2 tahun.

Produktifitas tanaman cabe rawit akan menurun seiring masa tua tanaman sehingga tidak ada nilai keekonomisannya. Sehingga perlu di tanam ulang dengan proses yang sama. Umumnya pada setiap satu hektar tanah, dapat menghasilkan hingga 30 ton cabe rawit.

Waktu yang paling baik ketika memanen adalah pagi hari. Petiklah cabe dengan tangkainya, pilihlah cabe rawit yang ramping dan padat berisi karena tingkat kepedasannya sangat baik, dan nilai ekonominya lebih tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *