Hidroponik Fodder untuk Tanaman Pakan Ternak

Selain tanaman budidaya, hidroponik juga dapat diaplikasikan kepada tanaman pakan hewan ternak dan dinamakan hidroponik fodder. Sistem ini dilakukan melalui penyemaian biji-bijian seperti jagung, gandum, sorgum, kedelai, kacang dan sebagainya. Bahkan di luar negeri telah dikembangkan hidroponik fodder dari rumput barli yang kandungan nutrisinya sangat tinggi untuk pakan sapi, kambing dan domba.

Sistem Kerja Hidroponik Fodder

Dalam sistem hidroponik fodder, digunakan rak-rak yang difungsikan sebagai tempat untuk meletakan wadah penyemaian biji. Sebelum disemai biji tersebut direndam dalam air hangat selama kurang lebih 12 jam atau semalam. Setelah itu ditiriskan kemudian dimasukan dalam ember tertutup atau kantong plastik warna gelap selama 12 jam.

Setelah akar tumbuhan biji mulai keluar, benih disebarkan di fodder hidroponik secara tipis-tipis dan tidak boleh menumpuk. Jika sudah menyebar rata lalu ditutup dengan kain kaos atau plastik.

Penyiraman harus dilakukan setiap hari dengan cara membuka penutupnya. Sedangkan airnya bisa disemprotkan atau menggunakan pompa akuarium. Ketika penyiraman dilakukan harus selalu diusahakan agar tidak menimbulkan genangan yang bisa membuat akar mudah busuk.

Sekitar 1 hari berikutnya benih tersebut akan memunculkan daun. Lalu ketika sudah berumur kurang lebih 5 – hari akan jadi tumbuhan dengan ukuran ketinggian sekitar 15 – 20 sentimeter. Pada saat inilah tanaman hidroponik fodder sudah bisa dipanen untuk dijadikan pakan ternak. Namun sebelum diberikan pada hewan ternak sebaiknya diangin-anginkan lebih dulu untuk mengurangi kadar air pada akarnya dan batangnya.

Ketika mau diberikan pada binatang ternak, sebaiknya dipotong kecil-kecil dulu terutama di bagian akarnya. Tujuannya agar hewan ternak lebih mudah memakannya dan semua bagian dari tanaman bisa dimakan sehingga tidak meninggalkan sisa.

Kelebihan Hidroponik Fodder

Dibanding sistem tradisional dalam mencari pakan ternak, hidroponik fodder punya beberapa kelebihan. Sistem tanamnya tidak dipengaruhi oleh cuaca karena tempat budidayanya berada dalam ruangan. Tenaga, biaya dan waktu juga dapat dihemat serendah mungkin. Contohnya benih jagung sebanyak 1 kilogram bisa menghasilkan sekitar 10 kilogram panenan fodder.

Hasil panen atau tingkat produksinya lebih banyak serta mempunyai kandungan nutrisi yang lebih tinggi dan lengkap. Hal ini dikarenakan tanamannya sudah bisa dipanen pada usia yang masih muda. Jadi untuk hewan ternak, tentu bisa membuat pertumbuhannya makin berjalan dengan cepat.

Saat diberikan kepada hewan ternak, tanaman hidroponik selalu dalam kondisi segar sehingga hewan tersebut lebih menyukainya. Bandingkan dengan pakan ternak misalnya rumput yang kadangkala diberikan dalam keadaan yang sudah kering. Selain itu apabila kondisi pakannya masih segar akan mudah dicernak oleh organ pencernaan.

Kelebihan berikutnya, sistem hidroponik ini tidak butuh rumah plastik atau semacamnya, karena proses penanamannya hanya berlangsung dari penyemaian benih hingga pembibitan saja. Pasokan sinar matahari juga tidak terlalu diperlukan karena bisa dibudidayakan dalam ruang tertutup.

Itulah penjelasan singkat tentang hidroponik fodder semua bisa menambah ilmu dan memberi manfaat untuk kita semua.

Lihat di sini berbagai jenis perlengkapan hidroponik kami.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Butuh Bantuan? Chat di WA