Kenapa Tanaman Hidroponik Anda GAGAL?

Saya jadi teringat teman yang sedang mencoba bertanam dengan sistem hidroponik dengan menanam selada, masalah yang ada setelah tunas mulai tumbuh sekitar 6cm lalu batangnya sering patah/tumbang kemudian terus mati. Nah, dari situ saya berfikir mengenai pemberian nutrisi dan kurangnya terkena cahaya matahari. Setelah saya cek memang betul tempat untuk penanaman tanaman itu berada di dalam ruangan yang menurut saya tergolong gelap atau sangat kurang terbuka, sedangkan hampir semua tanaman sangat membutuhkan cahaya terutama terkena sinar matahari dan selain itu dalam pemberian  nutrisi yang cukup, tidak kurang dan tidak berlebihan.

Baca juga: Membuat Pupuk atau Nutrisi Hidroponik Sendiri

 

Untuk mencegah gagalnya tanaman hidroponik ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti cukupnya cahaya, kebersihan atau kualitas air, udara atau oksigen yang cukup, pemberian nutrisi dengan benar, dan struktur pendukung media hidroponik.

  • Cahaya yang cukup

Kita perlu mengingat lagi mengenai fotosintesa yaitu proses pengolahan makanan menjadikan energi pada setiap tumbuhan deangan dibantu oleh sinar matahari. dalam hal ini hampir setiap tanaman atau tumbuhan memerlukan cahaya (sinar matahari) yang terpenuhi/cukup untuk membantu pada proses pertumbuhannya. saat kita melihat tanaman atau batang tanaman kurus dan cenderung tinggi itu artinya tanaman tersebut kurang terkena cahaya / sinar matahari yang cukup, sedangkan jika kita menanam hidroponik di dalam ruangan yang tidak terkena matahari, pemberian cahaya bisa di gantikan dengan cahaya lampu dan untuk pemberian cahaya ke tanaman biasanya dengan waktu 8-10jam setiap harinya.

  • Kualitas dan kebersihan air

Dalam tanaman hidroponik air yang digunakan haruslah yang memiliki pH 5-7, jika Anda menggunakan air PDAM lebih baik air ditampung dan didiamkan selama 7-10 hari hal ini untuk mendapatkan pH yang dibutuhkan tanaman. Air yang bagus untuk digunakan yaitu seperti air sumur, air sungai (yang tidak terkena limbah) atau bisa juga menggunakan  air hujan.

  • Oksigen

Akar memrlukan oksogen yang cuku saat penyerapan nutrisi, dalam hidroponik menjaga kadar oksigen dalam air perlu diperhatikan dengan baik agar akar dapat menyerap nutrisinya dengan baik juga. akar akan sulit menyerap nutrisi jika posisi air diam, untuk mencegah hal tersebut harus rutin dalam memberikan air setiap satu minggu sekali atau bisa menggunakan sistem aquaponik jika menggunakan paralon.

  • Pemberian Nutri dengan Baik

Pengaruh lain dalam berhasil atau tidaknya tanaman hidroponik adalah dalam pemberian nutrisinya, seperti kasus teman kita dalam menanam seladanya yang gagal salah satu penyebabnya adalah salah dalam pembuatan dan pemberian nutrisi / pupuk hidroponik, silakan untuk pembuatan nutrisi sendiri Anda bisa pelajari di sini cara membuat nutrisi hidroponik.

  • Media Struktur Pendukung Hidroponik

Perlu diperhatikan untuk media pendukung tanaman hidroponik seperti net pot, paralon dan lainya agar posisi tidak tergeser atau berubah posisi hal ini bisa menyebabkan tanaman roboh atau patah, jika tanaman sudah mulai tumbuh tinggi lebih baik dibantu dengan tiang kecil agar tidak mudah roboh. Selalu diperhatikan untuk media hidroponik lainya agar aman 🙂

Demikianlah beberapa yang perlu diperhatikan agar tanaman tidak rusak dan mengalami kegagalan dalam sistem tanam hidroponik. Sebelum melakukan penanaman dengan hidroponik ada baiknya Anda terlebih dahulu mempelajari tentang cara membuat nutrisi, dan cara pemeliharaan tanaman agar bertumbuh dengan baik. Sebagian besar orang yang menanam hidroponik dan mengalami kegagalan karena mereka tidak membaca atau mempelajari sistemnya terlebih dahulu. Semoga berhasil hidroponik Anda dan semoga bermanfaat apa yang kami sampaikan di sini.

Lihat di sini berbagai jenis perlengkapan hidroponik kami.

Save

Save

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Butuh Bantuan? Chat di WA