Cara Budidaya Menanam Melon Hidroponik

Budidaya menanam melon hidroponik bisa dilakukan dengan skala kecil ataupun skala besar (untuk bisnis). Jika kita hobi dengan berkebun tentunya melon jadi salah satu tanaman buah yang perlu dicoba untuk ditanam. Selain buah melon sudah umum dikonsumsi masyarakat, buah ini juga memiliki nilai ekonomis yang lumayan dan peminat yang banyak, dalam budidaya hidroponik untuk skala besar/bisnis bisa dilakukan dengan sistem hidroponik.

Baca juga: Cara Menanam Sawi Secara Hidroponik

Buah melon hidroponik

Dengan sistem menanam melon hidroponik ini yang sangat perlu diperhatikan adalah dalam pemberian pupuk/nutrisi yang berupa cairan, kita wajib memperhatikan tumbuhan agar dapat menyerap nutrisi dengan baik.

Langkah-langkah dalam menanam melon hidroponik yaitu pemilihan bibit melon, proses penyemaian bibit, dan pemberian nutrisi.

  • Pemilihan Bibit Melon

Selain pemeliharaan, bibit melon juga menentukan hasil tanaman melon yang berkualitas nantinya. Dalam pemilihan bibit sebaiknya dilakukan dengan tips atau cara merendamnya di dalam air, jika bibit saat direndam lalu terapung itu tandanya bibit tersebut tidak bagus kualitasnya, namun jika saat direndam bibit tenggelam itu berarti bibit melon berkualitas baik.

  • Proses Penyemaian Melon

Penyemaian dilakukan sebelum bibit ditanam pada media hidroponik, untuk cara penyemaian bibit melon bisa dilakukan dengan media sekam bakar, rockwool, atau bisa juga dengan tisu basah. Lakukan dengan langkah di bawah ini:

  1. Pertama kita siapkan bibit melon yang akan kita semai, setelah siap kita rendam bibit melon dengan air hangat, lakukan pemilihan bibit melon yang bagus yaitu bibit yang tenggelam direndam dengan air hangat beberapa menit.
  2. Setelah bibit melon sudah pecah/ber kecambah lakukan penjemuran di bawah sinar matahari kurang lebih 4-5 jam.
  3. Jika penjemuran sudah cukup, langkah selanjutnya adalah penyemaian, kita dapat menyemai bibit dengan media yang sudah kita tentukan, sebar bibit di media tersebut. Lalu kita tunggu bibit tanaman melon tersebut hingga tumbuh daun.
  4. Penanaman bibit melon ke media hidroponik yang sebenarnya dilakukan setelah bibit sudah tumbuh daun kurang lebih empat helai, kita dapat memindahkan bibit tersebut ke dalam media hidroponik yang sudah kita tentukan, Dan lakukan pemberian nutrisi cair/yang sudah dilarutkan.
  5. Untuk mendapatkan pertumbuhan bibit melon lebih cepat sebaiknya gunakan sitem tanam hidroponik nft, benih melon ditanam menggunakan metode hidroponik nft setelah tumbuh kurang lebih empat helai daun.
  6. Sistem hidroponik dutch bucket digunakan saat usia tanaman sudah dewasa, kita bisa pindahkan tanaman ke media tersebut.
  7. Kita dapat menyiapkan lanjaran/tiang sebagai media rambat, ini berfungsi sebagai penopang tumbuhan melon agar tanaman tidak saling bertabrakan dan rapih. Tanaman melon tumbuh setiap hari, kita bisa ikat tanaman di tiang/lanjaran tersebut agar rambatan lebih rapih.
  8. Selanjutnya kita lakukan pemotongan tunas di beberapa bagian, dan tunas yang tidak dipotong adalah pada tunas ke tujuh dan tunas ke sembilan, pada umumnya akan muncul pada daun ke sebelas dan daun ke empat belas.
  9. Pemangkasan tunas dilakukan di bagian bawah tujuh dan atas sembilan, walaupun pemangkasan tunas sudah dilakukan namun nantinya tunas-tunas tersebut akan terus muncul, oleh karena itu pemangkasan perlu dilakukan secara rutin dan perlu perhatian khusus, pemangkasan tersebut dilakukan supaya melon bertumbuh secara baik.
  10. Saat buah melon sudah tumbuh sebesar bola pingpong, kita lakukan pemangkasan daun yang tumbuh pada tunas dan sisakan sekitar dua helai daun.
  11. Setelah tanaman melon sudah berusia dua bulan dan sudah berjaring, melon dapat dipanen jika pertumbuhannya baik.

 

 

hidroponik-melon

Untuk pemberian nutrisi melon hidroponik dilakukan sesuai fase pertumbuhannya, pemberian nutrisi/pupuk pada masing-masing fase akan berbeda. Pada saat tanaman sudah tumbuh daun sekitar empat helai daun pemberian nutrisi dengan takaran kurang lebih 400 ppm, saat tanaman sudah molai dipindahkan (biasanya berusi dua minggu) pemberian nutrisi sekitar 800 ppm, saat tanaman berusia di atas dua minggu pemberian nutrisi dinaikan menjadi 1000 ppm sampai berbunga, pemberian nutrisi 1200ppm diberikan saat tanaman sudah berbunga, lalu setelah mulai berbuah pemberian nutrisi tanaman sekitar 1500ppm, lalu setelah tanaman mulai menjaring/menjalar pemberian nutrisi hingga 1800ppm sampai panen.

Save

Save

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Butuh Bantuan? Chat di WA