Tanaman Organik: Pengertian dan Tujuan

tanaman organik adalah
Tanaman organik adalah hasil dari budidaya tanaman yang ditumbuhkan dengan cara alami. Bahan yang digunakan adalah bahan-bahan biologis untuk mempertahankan kesuburan dan keseimbangan ekologis dengan menghidari bahan sintetis atau kimia.
tanaman organik adalah

Maksud Tanaman Organik

Tanaman organik dimaksudkan untuk menjaga ekosistem, kesehatan tanah dan lingkungan sekitarnya, dengan memanfaatkan proses ekologi dan keanekaragaman hayati yang telah disesuiakan dengan kondisi sekitar. Pertanian organik menggabungkan inovasi, tradisi dan ilmu pengetahun untun memanfaatkan lingkungan demi menjaga kualitas hidup yang lebih baik. Beberapa ciri khas pertanian organik antara lain:
  1. Menjaga dan melindungi kualitas tanah menggunakan bahan organik dan aktivitas biologis.
  2. Mendorong mikroorganisme tanah untuk menutrisi tanaman secara alami.
  3. Perawatan tanaman organik menggunakan bahan alami, tanpa zat kimia.
  4. Pengendalian hama tanaman menggunakan metode rotasi tanaman dan memanfaatkan predator alami, serta pupuk organik dan pupuk hayati.
  5. Memperhatikan alam sekitar untuk menjaga ekosistem.

Prinsip dasar tanaman organik harus memberikan kontribusi bagi kesehatan dan kesuburan tanah, tanaman, hewan, dan alam sekitarnya. Dengan mengembangkan tanaman organik berarti membantu menyehatkan manusia dengan makanan yang terbebas dari polusi dan zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan.

Mengembangkan tanaman organik juga berarti menjaga kualitas hidup yang lebih baik serta meningkatkan taraf hidup, dengan memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana untuk generasi selanjutnya untuk menjaga kelestarian alam dan keseimbangan ekosistem.

Baca Juga: Budidaya Sayuran Organik

Pertanian organik sebagai lawan dari pertanian modern dan konvensional, tidak bergantung pada bahan kimia sintetis, tetapi menggunakan metode biologis secara alami dalam menjaga kesuburan tanah dan memanfaatkan mikroorganisme hidup untuk menutrisi tanaman secara alami.

Perawatan tanaman organik harus dilakukan secara hati-hati dan bertanggungjawab untuk menjaga kelestariannya demi generasi masa depan dan lingkungan sekitar. Keuntungannnya adalah menutrisi tanaman lebih baik, dibanding cara konvensional yang tumbuh lebih lama. Tanaman organik lebih kaya akan nutrisi, nilai gizi dan kandungan vitamin yang lebih banyak.

Hasil dari pertanian organik akan terbebas dari racun karena tidak menggunakan bahan kimia pestisida. Studi telah menunjukan bahwa hasil tanaman konvensional memberikan dampak buruk berkelanjutan seperti penyakit kanker.

Baca Juga: Cara Menanam Sayuran Organik

Selain itu, tanaman organik memiliki rasa yang lebih nikmat. Kualitas makan juga ditentukan oleh rasanya. Sayuran dan buah-buahan organik lebih segar dan rasanya lebih baik dari hasil pertanian modern ataupun konvensional. Berdasarkan analisa, tanaman dan buah-buahan yang dihasilkan dari pertanian organik memiliki rasa jauh lebih baik. Dengan mengkonsumsi tanaman dan buah-buahan organik, maka metabolisme tubuh akan semakin baik, sekaligus melindungi tubuh dari segala penyakit karena kandungan antioksidannya yang sangat tinggi.

Namun demikian, pertanian organik juga memiliki beberapa kelemahan antara lain pengendalian hama dan penyakit tanaman lebih sulit, pertumbuhan sedikit lebih lambat dari cara tanam modern, dan perawatannya sedikit lebih rumit dibandingkan metode tanam lainnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *